Kebangkitan Jeep Grand Cherokee V8: Terlambat untuk Australia

17
Kebangkitan Jeep Grand Cherokee V8: Terlambat untuk Australia

Jeep Grand Cherokee mungkin akan segera menawarkan mesin V8 lagi, namun pembeli di Australia tidak akan mendapatkan keuntungan dari perubahan tersebut. Meskipun permintaan yang kuat di Amerika Utara, di mana peraturan telah dilonggarkan, kembalinya mesin Hemi V8 5,7 liter kemungkinan tidak akan meluas ke pasar seperti Australia, di mana model tersebut dihentikan produksinya pada tahun 2025.

Kemunculan Kembali V8 di AS

Stellantis, perusahaan induk Jeep, mengalihkan fokus kembali ke pasar Amerika, di mana mesin V8 kembali mengalami popularitas. Ram, merek Stellantis lainnya, telah memperkenalkan kembali V8 ke pikap 1500-nya, dengan produksi diperkirakan akan melebihi 100.000 unit pada tahun 2026. Peningkatan ini didorong oleh permintaan pelanggan, meskipun tersedia mesin enam silinder yang lebih efisien.

Joe Aljajawi, seorang insinyur di Jeep, mengisyaratkan kembalinya V8, dengan menyatakan bahwa “kami mendengarkan Anda, dan nantikan kabar selanjutnya.” Hal ini menunjukkan bahwa keputusan tersebut sudah berlangsung.

Mengapa Australia Ketinggalan

Grand Cherokee pernah menjadi SUV besar terlaris di Australia, namun popularitasnya menyusut dalam beberapa tahun terakhir. Penjualan mencapai puncaknya pada tahun 2014 dengan 16.582 unit sebelum terus menurun menjadi hanya 673 pada tahun 2025. Penurunan ini bertepatan dengan penghentian produksi penggerak kanan dan peralihan dari mesin V8 ke opsi yang lebih kecil dan lebih efisien.

V8 tidak pernah diadopsi secara luas di Australia, dengan V6 diesel menyumbang sebagian besar penjualan (57%) dan 43% sisanya dibagi antara model bensin V6 dan V8. Meskipun Jeep Australia mengutip “dinamika pasar lokal” sebagai alasan untuk menghentikan sementara model tersebut, kenyataannya adalah produksi penggerak kanan telah berakhir, sehingga pengembalian tidak mungkin dilakukan.

Diesel dan Prospek Masa Depan

Stellantis juga membatalkan perpindahannya dari diesel di Eropa, namun Grand Cherokee diesel juga tidak mungkin. Mesin V6 ‘EcoDiesel’ 3.0 liter yang digunakan pada model sebelumnya tidak lagi diproduksi, dan penjualan diesel tetap menjadi ceruk pasar AS.

Satu-satunya peluncuran yang dikonfirmasi untuk Australia adalah Compass generasi baru, yang akan tiba akhir tahun ini. Secara keseluruhan, penjualan Jeep di Australia anjlok dari 30.408 unit pada tahun 2014 menjadi hanya 1.682 unit pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan perjuangan merek tersebut di wilayah tersebut.

Kebangkitan V8 Grand Cherokee merupakan sinyal jelas bahwa preferensi konsumen Amerika masih lebih penting dibandingkan kebutuhan pasar kecil seperti Australia, yang sudah tidak lagi memproduksi model tersebut.