Merek Geely’s Smart menghadapi hambatan yang signifikan dalam upayanya untuk memperluas jangkauannya melampaui jajaran produk mobil kompak intinya. Meskipun menepis kekhawatiran mengenai peningkatan ukuran kendaraan pada awal tahun ini, data penjualan menunjukkan preferensi yang jelas di kalangan konsumen Tiongkok terhadap model Smart #1 asli yang lebih kecil. Putusnya hubungan ini menyebabkan dealer menjual model besar yang tidak terjual, #3 dan khususnya #5, melalui saluran mobil bekas dengan diskon besar.
Angka Penjualan Mengonfirmasi Preferensi Konsumen
Selama setahun terakhir (Maret 2025 hingga Februari 2026), Smart menjual sekitar 30.000 kendaraan di Tiongkok. Produk #1, penawaran merek terkecil, menyumbang 64% dominan dari penjualan tersebut. Model #3 dan #5 yang lebih besar secara keseluruhan hanya mewakili 36% – dengan model unggulan #5 berkinerja buruk secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa upaya Smart untuk memperluas daya tariknya dengan kendaraan yang lebih besar tidak diterima pasar.
Inventaris yang Tidak Terjual Dilikuidasi dengan Diskon Besar
Kendaraan Smart #5 baru yang tidak terdaftar saat ini dijual di platform mobil bekas di kota-kota seperti Chongqing dengan harga 100.000 yuan (sekitar $14.500 USD) di bawah harga eceran yang disarankan pabrikan. Seorang karyawan di sebuah platform mobil bekas besar melaporkan bahwa versi mewah jarak jauh, yang awalnya dihargai 269.900 yuan ($39.100 USD), kini tersedia dengan harga 169.800 yuan ($24.600 USD), dengan kemungkinan negosiasi lebih lanjut. Diskon yang agresif ini menunjukkan kelebihan persediaan yang tidak terjual dan tekanan pada dealer untuk mengosongkan stok.
Masalah dengan Model #5
Penjualan bulanan #5 yang rendah – secara konsisten berada di kisaran tiga digit – membuat likuidasi ini tidak mengejutkan. Meskipun ada promosi besar-besaran, termasuk peluncuran plug-in hybrid pada Oktober 2025, model ini gagal mendapatkan daya tarik. Hal ini sangat memprihatinkan mengingat komitmen berkelanjutan Smart terhadap kendaraan yang lebih besar.
Peluncuran yang Lebih Besar #6
Smart sedang bersiap untuk merilis #6, sedan hybrid plug-in yang akan menjadi kendaraan terbesarnya. Berukuran panjang hampir 5 meter, #6 diposisikan untuk bersaing langsung dengan pesaing mapan seperti Xiaomi SU7 dan Tesla Model 3 di segmen harga 200,000-300,000 yuan ($29,000-$43,500 USD) yang sangat kompetitif. Ini adalah langkah yang berisiko karena tidak ada pabrikan lain yang berhasil menantang Tesla atau Xiaomi dalam kisaran harga tersebut.
Stagnasi dalam Pembaruan Model Inti
Sementara #1 terus mendominasi penjualan, Smart lebih fokus pada potongan harga kecil dan penyesuaian konfigurasi dibandingkan peningkatan substansial pada model terlarisnya. Misalnya, #1 2026 masih mendukung kemampuan pengisian cepat 150kW yang sama dengan versi 2022, tertinggal dari pesaing seperti Lynk & Co Z20 yang kini menawarkan pengisian daya 300kW.
Kesimpulannya, strategi Smart untuk berekspansi ke segmen kendaraan yang lebih besar tampaknya tidak selaras dengan permintaan konsumen di Tiongkok. Likuidasi model #5 yang tidak terjual dan peluncuran kendaraan yang lebih besar yang akan datang menimbulkan pertanyaan serius tentang arah merek tersebut. Kecuali Smart menyesuaikan pendekatannya dan memprioritaskan perbaikan pada model inti #1, hal ini berisiko semakin mengikis pangsa pasarnya.
