Review Kia EV9 Earth: Pengangkut Keluarga yang Kuat Menghadapi Saingan Internal

19

Dua tahun setelah debutnya, Kia EV9 tetap menjadi pernyataan berani di kancah otomotif. Sebagai salah satu SUV tiga baris bertenaga listrik pertama yang memasuki pasar, hal ini menandakan transisi Kia ke segmen premium dengan desain yang lebih mirip mobil konsep daripada penggerak keluarga standar.

Namun, seiring dengan semakin matangnya pasar kendaraan listrik (EV) dan persaingan yang semakin ketat, pertanyaannya bukan lagi hanya apakah EV9 merupakan mobil listrik yang bagus, tetapi apakah EV9 dapat bertahan melawan pesaing baru—termasuk saudaranya sendiri, Hyundai Ioniq 9.

Proposisi Nilai: Harga Premium, Kekuatan Praktis

EV9 Earth kelas menengah berada dalam kelompok harga yang menantang. Di Australia, harganya dimulai sekitar AU$119,273 ($84,231). Meskipun menawarkan teknologi yang signifikan, komitmen finansial yang besarlah yang menempatkannya di wilayah SUV mewah.

Pada tingkat teknis, trim Bumi dilengkapi dengan baik:
Powertrain: Motor listrik ganda menghasilkan tenaga 283 kW (380 hp) dan torsi 700 Nm.
Baterai: Paket besar 99,8 kWh.
Jangkauan & Kecepatan: Perkiraan jangkauan 512 km dan akselerasi 0-100 km/jam dalam 6,0 detik.
Pengisian daya: Berkat arsitektur 800 volt, baterai ini dapat mengisi daya dari 10% hingga 80% hanya dalam 24 menit, sehingga sangat efisien untuk perjalanan jarak jauh.

Interior: Ruang Luas vs. Kesederhanaan Estetika

Kekuatan terbesar EV9 adalah skalanya. Ini adalah mobil tujuh tempat duduk asli (atau enam, tergantung konfigurasi) yang menawarkan ruang kaki dan ruang kepala yang luas. Meski menggunakan baris ketiga, kabin tetap terasa lapang, dan dengan kursi terlipat, ruang kargo yang disediakan cukup besar 2.318 liter.

Namun, pengalaman interiornya beragam:
Kelebihannya: Kursinya nyaman, sandaran kepala empuk, dan terdapat banyak port pengisian daya untuk semua penumpang.
Keburukannya: Dibandingkan dengan Hyundai Ioniq 9 yang lebih mewah, EV9 Earth terasa agak “menjemukan”. Produk ini sangat bergantung pada kulit buatan dan plastik hitam, tidak memiliki beragam bahan dan aksen premium yang ditemukan pada pesaingnya yang lebih mahal.
Kekurangan Ergonomis: Layar pengatur suhu berukuran 5 inci diposisikan secara tidak tepat, sering kali tertutup oleh pelek roda kemudi. Meskipun tombol suhu fisik membantu, antarmukanya tidak seintuitif mungkin.

Dinamika Berkendara: Kelincahan yang Mengejutkan

Meskipun memiliki kepribadian “pengangkut keluarga”, EV9 Earth bukanlah kapal penjelajah yang lembut dan ringan. Ia sebenarnya terasa lebih dinamis dibandingkan sepupunya Hyundai, menawarkan pengendaraan lebih kencang dengan pengendalian yang sangat baik mengingat bobot trotoarnya yang berat.

Pengalaman berkendara ditandai dengan:
Pegangan Kuat: Pengaturan suspensi memberikan stabilitas dan cengkeraman yang mengesankan.
Kabin Tenang: Kia telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam mengisolasi kabin dari kebisingan angin dan ban.
Pengereman yang Disempurnakan: Transisi antara pengereman regeneratif dan pengereman mekanis berjalan mulus.

Catatan peringatan: Sistem pemantauan pengemudi bisa menjadi terlalu sensitif, sering kali mengingatkan pengemudi bahkan saat pemeriksaan kaca spion rutin, yang dapat menjadi gangguan kecil.

Prospek Pasar: Tantangan yang Berkembang

EV9 menghadapi serangkaian tekanan pasar yang unik. Meskipun penjualannya berhasil mengalahkan pesaingnya seperti Volvo EX90 di wilayah tertentu, tren penjualan sedang berubah. Di AS, permintaan telah menurun, dan di Australia, segmen ini masih tetap terbatas.

Tantangan sebenarnya bagi Kia adalah persaingan internal. Hyundai Ioniq 9 menawarkan interior yang lebih “mewah” dan premium dengan harga lebih tinggi. Hal ini membuat EV9 berada pada posisi di mana ia harus meyakinkan pembeli bahwa perpaduan spesifik antara utilitas dan dinamika berkendara layak untuk dipilih daripada alternatif yang bernuansa lebih mewah.

Kesimpulan
Kia EV9 Earth adalah SUV listrik berkemampuan tinggi, lapang, dan berteknologi maju yang unggul dalam dinamika dan utilitas berkendara. Namun, kurangnya penyempurnaan interior dan hadirnya saudara kandung yang lebih mewah membuat mobil ini harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan harga premium di pasar yang semakin ramai.