Cupra Born EV Diingat Karena Risiko Kebakaran: Pemilik Didesak untuk Membatasi Pengisian

19

Cupra telah menarik kembali tiga kendaraan listrik Born 2023 di Australia karena cacat baterai kritis yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran. Perusahaan memperingatkan bahwa modul sel yang rusak di dalam baterai bertegangan tinggi dapat menjadi terlalu panas, yang berpotensi menyebabkan kebakaran kendaraan.

Masalah: Modul Baterai Rusak

Pemberitahuan penarikan menyatakan bahwa masalahnya berasal dari cacat produksi, yang berarti sel-sel di dalam baterai tidak memenuhi standar. Ini adalah masalah serius, karena baterai yang terlalu panas dapat terbakar dan menyebar dengan cepat, sehingga menimbulkan risiko cedera, kematian, atau kerusakan properti.

Detail penting untuk pemilik:

  • Kendaraan yang terkena dampak: Hanya tiga kendaraan listrik Cupra Born yang diproduksi pada tahun 2023 yang terkena dampak.
  • Tanda peringatan: Lampu peringatan mungkin menyala di dasbor, namun masalah dapat terjadi tanpa indikasi sebelumnya.
  • Perbaikannya: Perbaikan adalah pembaruan perangkat lunak gratis yang diterapkan di dealer Cupra.

Tindakan Keamanan Segera

Hingga pembaruan ini diinstal, Cupra menyarankan pemilik kendaraan yang terkena dampak untuk mengambil tindakan pencegahan berikut:

  • Batasi pengisian daya: Jangan mengisi daya melebihi kapasitas 80%.
  • Hindari pengisi daya eksternal: Jangan menggunakan stasiun pengisian daya eksternal.
  • Parkir dengan aman: Parkirkan kendaraan di luar ruangan dan jauh dari gedung atau mobil lain.

Hotline penarikan kembali perusahaan tersedia di 1800 879 112 untuk bantuan lebih lanjut.

Mengapa Ini Penting

Kebakaran baterai kendaraan listrik menjadi kekhawatiran yang semakin besar di industri otomotif seiring dengan semakin cepatnya adopsi kendaraan listrik. Meskipun jarang terjadi, insiden ini bisa menjadi bencana besar, dan produsen harus bertindak cepat untuk mengatasi kerusakan yang terjadi. Penarikan kembali ini menyoroti pentingnya kontrol kualitas yang ketat dalam produksi baterai, yang masih menjadi tantangan utama seiring berkembangnya teknologi kendaraan listrik.

Sejauh ini, ini hanyalah penarikan kecil, namun hal ini menggarisbawahi potensi risiko yang terkait dengan baterai bertegangan tinggi dan perlunya produsen untuk memprioritaskan keselamatan di atas segalanya.