Rivian akan memulai pengiriman kendaraan listrik R2 yang sangat dinanti-nantikan pada bulan Juni, memperluas akses ke desain populernya dengan harga mulai sekitar $45,000. R2 pada dasarnya adalah versi yang lebih kompak dari R1S, namun memperkenalkan beberapa fitur inovatif—termasuk jendela belakang dan sistem wiper yang dirancang secara unik.
Tantangan Geser Jendela Belakang
Jendela belakang R2 beroperasi tidak seperti kebanyakan kendaraan: alih-alih terbuka, jendela tersebut meluncur ke bawah ke pintu belakang, mirip dengan jendela samping mobil. Desain ini menghadirkan masalah pada wiper belakang. Memasangnya langsung ke kaca tidak mungkin dilakukan karena kaca menghilang seluruhnya ke dalam bak truk, dan titik pemasangan tradisional lainnya tidak dapat ditentukan oleh bentuk keseluruhan kendaraan.
Solusi Rivian? Sebuah wiper tersembunyi di dalam pintu belakang itu sendiri.
Perlindungan Musim Dingin Bawaan
Desainnya cerdas, namun beberapa pengamat mempertanyakan bagaimana kinerjanya dalam kondisi musim dingin yang keras di mana salju dan es menumpuk. Rivian rupanya telah memperhitungkan hal ini. Kompartemen yang menampung wiper dilengkapi saluran pembuangan kecil untuk mencegah air menggenang di bawah pintu belakang. Lebih penting lagi, perakitan tersebut juga mengintegrasikan elemen pemanas. Sistem pemanas ini dirancang untuk mencairkan salju atau es yang terkumpul, menyalurkan air sebelum membeku dan menghambat mekanismenya.
Mengapa hal ini penting: Kendaraan listrik semakin populer di iklim dingin, karena penumpukan es dapat menonaktifkan fitur-fitur penting. Produsen mobil harus mengatasi permasalahan ini secara proaktif, dan Rivian tampaknya melakukan hal tersebut. Desain wiper R2 adalah solusi praktis untuk masalah umum, memastikan visibilitas dalam segala cuaca.
Fitur-fitur R2 menunjukkan bahwa para pembuat mobil kini mengantisipasi dan mengatasi tantangan spesifik dalam pengoperasian kendaraan listrik di kondisi dunia nyata, bukan hanya di iklim ideal.























