Toyota terus menawarkan versi bensin dari SUV RAV4 populernya, namun hanya di pasar tertentu yang standar emisinya tidak terlalu ketat. Meskipun Amerika Utara, Eropa, dan Jepang telah beralih ke jajaran produk hybrid saja, pembeli di Timur Tengah dan Tiongkok masih dapat membeli mesin pembakaran internal (ICE) RAV4 tradisional.
Perbedaan Regional dalam Opsi Powertrain
RAV4 2026 yang tersedia di Timur Tengah hadir dengan dua pilihan mesin: mesin bensin 2.0 liter yang menghasilkan 169 tenaga kuda, dan unit hybrid 2.5 liter yang menghasilkan tenaga hingga 236 tenaga kuda. Hal ini berbeda dengan pasar Amerika Utara yang kini secara eksklusif menjual versi hybrid. Tiongkok juga menerima opsi bensin saja, meskipun diproduksi secara lokal dan sedikit berbeda dari model Timur Tengah. Khususnya, pasar Timur Tengah tidak mendapatkan akses ke opsi hibrida plug-in Toyota yang tersedia di tempat lain.
Konsistensi Desain di Seluruh Pasar
Secara visual, RAV4 tetap konsisten di semua wilayah. Pembeli dapat memilih antara model bodi Core dan Adventure dengan ukuran roda mulai dari 17 hingga 20 inci. Interiornya dilengkapi layar infotainment 10,5 inci atau 12,9 inci, dipasangkan dengan cluster instrumen digital 12,3 inci, dengan tambahan opsional seperti head-up display dan moonroof panoramik.
Trim dan Harga di UEA
Di Uni Emirat Arab, RAV4 ditawarkan dalam trim EX, EXR, GXR, Adventure, dan VXR. Trim Adventure dan VXR hanya untuk hybrid, sedangkan EX, EXR, dan GXR menyediakan pilihan antara powertrain bensin dan hybrid. Harga untuk model ICE berkisar antara $28.800 hingga $33.700, sedangkan model hybrid berharga antara $31.200 dan $41.600. Model baru ini sedikit lebih mahal dari pendahulunya, namun versi hybrid kini lebih terjangkau dari sebelumnya.
Mengapa hal ini penting: Berlanjutnya ketersediaan RAV4 bertenaga gas di wilayah tertentu menunjukkan beragamnya laju elektrifikasi otomotif secara global. Meskipun peraturan emisi yang lebih ketat mendorong adopsi kendaraan hibrida di pasar negara maju, wilayah dengan standar yang kurang ketat masih memungkinkan kendaraan ICE tetap kompetitif. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai strategi jangka panjang Toyota untuk menghentikan penggunaan mesin bensin secara bertahap di seluruh dunia dan bagaimana permintaan konsumen akan mempengaruhi transisi tersebut.























