Motability, skema terkemuka di Inggris yang menyediakan transportasi yang mudah diakses bagi penyandang disabilitas, kini mewajibkan semua pengemudi di bawah 30 tahun untuk memasang pelacak kotak hitam di kendaraan mereka. Perubahan tersebut, yang diluncurkan pada tanggal 13 April, merupakan bagian dari perombakan Skema Motabilitas yang lebih luas yang ditetapkan pada tanggal 1 Juli, yang juga akan mencakup peningkatan biaya bagi pelanggan.
Cara Kerja Sistem: Peringkat ‘Drive Smart’
Sistem baru ini, yang diberi nama ‘Drive Smart’, menggunakan aplikasi untuk memantau perilaku mengemudi, memberikan peringkat mingguan pada warna hijau, kuning, atau merah. Pengemudi yang aman – yang secara konsisten mendapat peringkat ‘hijau’ – dapat menerima imbalan hingga £160 per tahun. Namun, empat peringkat ‘merah’ dalam satu tahun dapat mengakibatkan penghapusan dari Skema Motabilitas.
Aplikasi ini menganalisis beberapa faktor: kecepatan, pola pengereman, kelancaran berkendara, jarak tempuh, data lokasi, dan bahkan penggunaan ponsel cerdas saat berada di belakang kemudi. Tingkat pelacakan ini mencerminkan kebijakan asuransi mobil “kotak hitam”, yang sering digunakan oleh pengemudi muda untuk menurunkan premi, namun sekarang diamanatkan untuk kelompok tertentu dalam program Motability.
Konteks: Pemotongan Anggaran dan Perubahan Skema
Langkah ini dilakukan setelah Anggaran tahun lalu menghapus keringanan pajak pada asuransi Motabilitas. Skema ini sekarang menghadapi kenaikan biaya tahunan sebesar £300 juta karena retribusi premi sebesar 12%. Untuk mengimbangi hal ini, Motability memperketat pembatasan, termasuk menghapus opsi kendaraan mewah dari merek seperti Alfa Romeo, BMW, dan Mercedes-Benz – sebuah langkah yang dikritik oleh beberapa orang karena memprioritaskan pemotongan biaya dibandingkan kebutuhan pengguna.
Masalah Kompatibilitas dan Implikasi yang Lebih Luas
Aplikasi ‘Drive Smart’ tidak kompatibel dengan semua ponsel cerdas, kecuali perangkat dari merek seperti Xiaomi, Oppo, Huawei, dan Honor yang tidak sepenuhnya mendukung layanan Google Play. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang aksesibilitas bagi pengguna yang mengandalkan perangkat tersebut.
Tujuan inti dari sistem ini adalah untuk mendorong berkendara yang lebih aman, namun penerapannya menimbulkan kekhawatiran tentang privasi data, keterbatasan perangkat, dan potensi penghapusan yang tidak adil dari skema dukungan penting.
Keputusan ini menyoroti tren peningkatan pengumpulan data dan pemantauan perilaku dalam program sosial, yang didorong oleh tekanan keuangan dan pengawasan pemerintah. Meskipun Motability menggambarkan hal ini sebagai upaya untuk mendorong berkendara yang lebih aman, jelas bahwa realitas ekonomi merupakan faktor utama yang mendorong perubahan ini. Langkah ini kemungkinan besar akan mendapat sorotan dari para pendukung disabilitas dan kelompok privasi.
