Rivian R1T dirancang dengan teknik canggih yang dimaksudkan untuk memberikan presisi, stabilitas, dan utilitas. Melalui menu RAD Tuner, pemilik dapat menyempurnakan pengaturan sasis dan mode berkendara—penyesuaian yang biasanya ditangani oleh insinyur profesional untuk mengoptimalkan kinerja. Namun, seperti banyak kendaraan yang sangat dapat diprogram, pengguna menemukan cara untuk menggunakan kembali fitur-fitur pragmatis ini untuk tujuan estetika murni, meskipun tidak konvensional.
Apa itu “Jongkok Carolina”?
Untuk memahami tren ini, kita harus melihat subkultur otomotif tertentu. “Carolina squat” mengacu pada modifikasi visual di mana bagian depan truk diangkat tinggi sementara bagian belakang diturunkan. Hasilnya adalah kendaraan yang terlihat seolah-olah terus-menerus berada di bawah beban berat atau benturan di tengah-tengah setelah melompat.
Meskipun secara visual terlihat mencolok bagi sebagian orang, tren ini menghadapi hambatan hukum yang signifikan. Di negara bagian seperti North Carolina, penegak hukum telah menindak kendaraan yang “berjongkok”, dengan alasan masalah keselamatan terkait jarak pandang dan penanganan. Untuk menghindari undang-undang ini, banyak penggemar yang beralih ke sistem suspensi udara, yang memungkinkan mereka menjaga posisi tetap tegak saat mengemudi untuk menghindari tiket, hanya “berjongkok” setelah truk diparkir.
“Retasan” Rivian
Suspensi udara canggih Rivian, yang ditujukan untuk keperluan serius, menyediakan metode bawaan untuk meniru tampilan ini tanpa modifikasi purnajual. Kuncinya terletak pada Mode Berkemah kendaraan.
Tujuan standar Mode Berkemah adalah menggunakan pegas udara yang dapat disesuaikan untuk meratakan kendaraan di medan yang tidak rata, memastikan permukaan datar untuk tidur atau berkemah. Namun, dengan memanipulasi lingkungan, pengguna dapat “menipu” sistem:
- Mencari tanjakan: Parkirkan kendaraan di tanjakan terjal dengan bagian belakang lebih tinggi daripada bagian depan.
- Libatkan Mode Perkemahan: Pilih opsi “truk level” dari menu.
- Hasilnya: Komputer kendaraan berupaya mengimbangi kemiringan dengan mendongkrak bagian depan dan menurunkan bagian belakang untuk menciptakan platform yang rata. Karena truk diparkir di tanjakan, posisi “datar” menghasilkan posisi jongkok yang agresif dan jelas.
Rekayasa vs. Niat Pengguna
Fenomena ini menyoroti tren yang berkembang di dunia otomotif: ketegangan antara utilitas yang dimaksudkan dan penyalahgunaan yang kreatif. Rivian telah membangun platform yang sangat mudah beradaptasi dan mampu mengelola medan yang kompleks, namun kemampuan beradaptasi yang sama memungkinkan pengguna untuk melewati kasus penggunaan yang dimaksudkan.
Meskipun R1T “jongkok” tidak praktis—membuat berkendara menjadi sulit karena sudut kap yang ekstrem—kemampuan untuk mendapatkan tampilan ini melalui perangkat lunak menunjukkan seberapa besar kendali yang dimiliki pengemudi modern terhadap posisi fisik kendaraan mereka.
Ketika kendaraan yang ditentukan oleh perangkat lunak menjadi sebuah norma, batasan antara fungsi yang diinginkan pabrikan dan pengalaman pengguna yang disesuaikan terus menjadi kabur.
Kesimpulan
Dengan menggunakan kembali fitur leveling Mode Perkemahan di tanjakan, pemilik Rivian dapat meniru estetika kontroversial “Carolina squat” tanpa perubahan perangkat keras apa pun. Hal ini berfungsi sebagai pengingat bahwa bahkan teknik yang paling canggih pun dapat dialihkan oleh pengguna untuk melayani tujuan yang tidak konvensional dan murni visual.
